YAKINKAH IMAN KITA SUDAH SEMPURNA? 77 Cabang Iman…

Jl. Raya Penggilingan, RT 13/07, Cakung, Jakarta Timur

Telp. 021-4801454 HP. 081314650100

Email : Info@alishlah.id      Web : www.alishlah.id

Buletin Da’wah Edisi : 23/IX/17

Aydin Aliya, S.Pd.I

Rasulullah SAW   bersabda ;  

IMAN itu ada lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang, tingkatan cabang utama -tertinggi- adalah ucapan LA ILAHA ILLALLAH, tingkatan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan, dan MALU itu salah satu cabang dari IMAN (Muttafaqun ‘alaih).

Al Imam Abu Bakar Al Baihaqy (Wafat 458H) dalam kitab “Syu’ab Al Iman” dan Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahf Al Qohthony dalam kitabnya “Aqidatul Muslim fi Dhou’il Kitab Wassunnah” menjelaskan bahwa yang termasuk ke dalam 77 cabang iman tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Iman kepada Allah Azza wajalla
  2. Iman kepada para Rasul Alaihimussholatu wassalam
  3. Iman kepada para Malaikat
  4. Iman kepada Al Qur’an Al Karim dan seluruh kitab yang diturunkan
  5. Iman kepada taqdir, apakah itu baik atau buruk berasal dari Allah Azza wajalla
  6. Iman kepada hari akhir
  7. Iman kepada kebangkitan setelah kematian
  8. Iman kepada hari berhimpunnya seluruh manusia di padang mahsyar setelah dibangkitkan dari kuburannya
  9. Iman bahwasanya tempat kembalinya orang-orang beriman adalah surga tempat kembalinya orang-orang kafir adalah neraka
  10. Hubbullah (Mencintai Allah Azza wajalla).
  11. Khauf (Takut kepada Allah Azza wajalla).
  12. Raja (penuh harap kepada Allah Azza wajalla).
  13. Tawakkal kepada Allah Azza wajalla
  14. Mencintai Nabi SAW   
  15. Mengangungkan, memuliakan dan menghormati Nabi SAW dengan tidak melampaui batas
  16. Bersungguh-sungguh mencintai agamanya sehingga ia lebih mencintai dilemparkan ke dalam api dari pada kufur
  17. Menuntut ilmu agar semakin mengenal Allah Subhanahu wata’ala, mengenal agama-Nya dan mengenal Nabi-Nya SAW  dengan berdasarkan dalil
  18. Menyebarkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain
  19. Mengangungkan Al Qur’an Al Karim; dengan mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasannya, hukum-hukumnya, ilmu halal dan haramnya, memuliakan ahlinya dan dengan menghafalnya.
  20. Bersuci dan menjaga serta memperhatikan wudhu
  21. Menjaga dan memperhatikan sholat lima waktu
  22. Menunaikan zakat
  23. Puasa ; wajib dan sunnah
  24. I’tikaf -berdiam di masjid-
  25. Pergi haji
  26. Jihad di jalan Allah Azza wajalla
  27. Ribath -menjaga wilayah perbatasan atau turut serta menjaga kemanan- karena Allah Azza wajalla
  28. Bertahan menghadapi musuh dan tidak membelot/lari meninggalkan medan perang
  29. Membayar seperlima dari ghanimah -rampasan perang- kepada imam, atau penggantinya bagi yang memperoleh ghanimah
  30. Memerdekakan budak/hamba sahaya  
  31. Membayar kifarat -tebusan- yang wajib karena suatu pelanggaran khusus. Kifarat dalam Al Qur’an dan Assunnah ada empat : 1). Kifarat pembunuhan. 2). Kifarat dhihar.  3). Kifarat sumpah. 4). Kifarat berhubungan suami istri di siang hari pada saat puasa ramadhan
  32. Menunaikan dan memenuhi seluruh akad perjanjian yaitu apa saja yang Allah halalkan, haramkan, dan wajibkan sesuai dengan batasan-batasan dalam Al Qur’an.
  33. Memuji Allah Azza wajalla, atas segala nikmat dan apa saja yang wajib disyukuri
  34. Menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia
  35. Menjaga amanah, dan menunaikannya kepada yang berhak / pemiliknya
  36. Haramnya membunuh jiwa dan berlaku hukum tindak pidana kejahatan atasnya
  37. Haramnya kemaluan -zina- dan wajibnya menjaga kehormatan
  38. Mengepalkan tangan atau menahan diri / tidak menyentuh harta haram; termasuk didalamnya : mencuri, merampok, memakan suap (sogok), dan memakan apa saja yang secara syar’i bukan haknya.
  39. Wara’ (hati-hati atau menahan diri) dalam hal makanan dan minuman dari unsur yang tidak halal sekecil apapun.
  40. Meninggalkan pakaian dan mode serta perabot yang diharamkan dan dimakruhkan
  41. Haramnya permainan-permainan dan hiburan-hiburan yang bertentangan dengan syariat
  42. Sederhana/hemat dalam nafkah/belanja dan tidak memakan harta dengan cara yang batil
  43. Meninggalkan dendam dan dengki serta iri dan hasad
  44. Haramnya -menjatuhkan- kehormatan orang lain, dan wajibnya meninggalkan apa saja yang menjatuhkan kehormatan orang lain
  45. Beramal Ikhlas hanya karena Allah Azza wajalla, dan meninggalkan riya’
  46. Senang dengan kebaikan dan sedih dengan keburukan
  47. Mengobati setiap dosa dengan taubat nashuha (taubat yang sungguh-sungguh)
  48. Menyembelih Qurban dan Aqiqah
  49. Taat kepada Ulil Amri (pemimpin)
  50. Berpegang teguh/mengikatkan diri dengan Jama’ah
  51. Menetapkan keputusan hukum diantara manusia dengan adil
  52. Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran)
  53. Saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa
  54. Malu
  55. Berbakti kepada kedua orang tua
  56. Silaturahmi
  57. Berakhlaq mulia
  58. Berbuat baik kepada budak/pelayan
  59. Menunaikan kewajiban atas tuannya
  60. Menegakkan hak-hak anak dan keluarga lainnya
  61. Dekat kepada ahli agama, mencintai mereka, menebarkan salam dan berjabat tangan dengannya
  62. Menjawab salam
  63. Menjenguk orang sakit
  64. Mensalatkan jenazah ahlul qiblat (kaum muslimin)
  65. Mendoakan orang yang bersin jika yang bersangkutan mengucapkan “Alhamdulillah”.
  66. Menjauhi orang-orang kafir (yang memusuhi) dan pembuat kerusakan serta tegas terhadap mereka
  67. Memuliakan tetangga
  68. Memuliakan tamu
  69. Menutupi aib orang lain
  70. Sabar terhadap musibah dan dari segala kesenangan yang dicabut dari jiwa (karena sakit, lanjut usia dll.)
  71. Zuhud dan pendek angan-angan/tidak banyak menghayal (dalam masalah dunia)
  72. Cemburu dan tidak membiarkan anak atau istrinya bergaul bebas dengan pria lain
  73. Berpaling dari sikap ektrem (melampaui batas/tidak fanatik buta)
  74. Dermawan dan murah hati
  75. Menyayangi yang muda dan menghormati yang tua
  76. Mendamaikan antara dua orang yang bertikai
  77. Mencintai sesama muslim seperti mencintai dirinya, dan tidak melalukan sesuatu yang tidak senangi orang lain sebgaimana diapun tidak suka orang lain berbuat seperti itu kepada dirinya (tepok saliro), termasuk menyingkirkan gangguan di jalanan sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas.

PESANTREN TAHFIDZ DAN RUMAH YATIM AL ISHLAH

Akta Notaris No.14 Tgl 16 Sept 2015 No. AHU-0013577.

AH.01.04.Th 2015 TDY No. 004/10.2.1/31.75.06.0000/-1.848/2016

Izin Operasional No. Kd.09.02/5/PP.00.7/9126/2015

1. Belajar di teras dan di tanggapun jadi.. 2.  Kami Bangga Jadi Santri AL ISHLAH… 3.  Tidurpun mendekap Al Quran…. (Subhanallah). 4.  Santri AL ISHLAH dari Pesantren ke Pesantren.. 5.  Santri-santri cilik anak asuh kami, rata-rata hafal juz 30. 6.  Nikmatnya makan bersama, bantuan dari dermawan.. 7. Belajar berdesakan karena tempat yang sangat terbatas… 207 santri umum, Anak Asuh Yatim/Dhu’afa, menempati ruang 148 m².

————

PST.TAHFIDZ & RUMAH YATIM AL ISHLAH
Bangunan milik bersama (WAKAF) 3 lantai hasil dari ZIS yang dikumpulkan sedikit demi sedikit
Mari bergabung untuk menjadi bagian dari sejarah besar berdirinya RUMAH BESAR UMAT ISLAM
PST.TAHFIDZ & RUMAH YATIM 3
milik kita bersama

 

DENGAN BERWAKAF
ATAU MENJADI ORANG TUA ASUH/DONATUR
DAN SEKALIGUS SEBAGAI PEMILIK PESANTREN
  1. Infaq berbagi kebahagiaan untuk biaya hidup & Pendidikan 99  YATIM penghafal Quran
  2. Wakaf untuk membebaskan Tanah & Bangunan 300 m² Hanya @ Rp 3 Jt/m².
Rekening  BANK MU’AMALAT Cab. Kalimalang a/n
PST. TAHFIDZ & RUMAH YATIM AL ISHLAH
No. Rek : 34 8000 5 111