TANDA-TANDA TERKENA SIHIR, SANTET, GUNA-GUNA ATAU KEMASUKAN JIN /SYETAN

 SAKIT, BUKAN SAKIT BIASA ?

Oleh : H. Yadin Aliya, MA.

A. PENDAHULUAN

Manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk yang paling sempurna. Allah SWT berfirman :

Artinya :  Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. ( At Thiin : 4 )

Karena itu sakit bukanlah suatu kehinaan, bukan karena turunan dan bukan karena kutukan. Sakit adalah ujian, teguran, peringatan bahkan sakit terkadang sebagai tanda cinta Allah SWT. kepada hamba-Nya karena Allah berkehendak nama-Nya dipanggil oleh hamba-Nya, seperti halnya seseorang mencubit bayi karena sangat gemas ingin mendengar suaranya.  Buktinya ?  Para nabipun orang yang sangat dicintai Allah mereka ditimpa penyakit. Nabi Ayub misalnya, beliau ditimpa penyakit bertahun-tahun lamanya.

Allah berfirman :

Artinya :  Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya : “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.    (Al Anbiya : 83 – 84).

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih).

 B. HIKMAH SAKIT

            Sakit akan menjadi sumber kebaikan asalkan mau ikhtiar, bersabar dan bertawakkal kepada Allah SWT. Andaikan manusia tahu tentang hikmah sakit, niscaya semua manusia berdo’a minta sakit. Kenapa demikian?

  1. setiap rintihannya sebagai ibadah baik bagi yang sakit maupun bagi yang merawatnya.
  2. menghapuskan dosa-dosanya. Rasulullah SAW bersabda : kalau Allah menghendaki seseorang menjadi orang baik (penghuni surga) maka setiap dosanya Allah percepat balasannya di dunia ini dalam bentuk kesulitan hidup atau penyakit ( HR. Muslim)
  3. meringankan hisabnya di akhirat
  4. diangkat derajatnya di dunia dan di akhirat sebagai mana Nabi Ayyub AS
  5. bahkan di antara penyakit ada yang berpahala “Syahid” dijamin langsung masuk surge tanpa dihisab, seperti ; sakitnya orang lagi hamil/ melahirkan, terbakar, tenggelam, tertimpa reruntuhan, dan terinfeksi penyakit menular (flu burung, demam berdarah, TBC dan lain-lain) asalkan dia mengkarantina diri (berusaha untuk tidak menularkannya kepada orang lain).
  6. dapat lebih mensyukuri nikmat, semakin siap menghadap kepada-Nya dan sebagainya.

Karena itu manusia yang paling rugi ialah manusia yang dalam keadaan sakit tetapi tidak mau mendekatkan diri kepada Allah SWT.

C. PENYEBAB SAKIT

            Tubuh manusia secara fitrah memiliki benteng pertahanan yang  mampu menolak serta menyembuhkan berbagai macam penyakit yang menyerang dirinya. Kekuatan tersebut dalam dunia kedokteran disebut sistem imuniti (daya tahan atau kekebalan tubuh). Kekuatan sistem imuniti tersebut bergantung kepada 4 faktor utama yang satu sama lainnya saling menentukan.

  1. spiritual (kalbu) – 50%
  2. mental (akal) – 20%
  3. emosi (nafsu) – 20%
  4. jasmani (fisik) – 10%

Data di atas menunjukkan bahwa 90 % penyebab penyakit adalah non fisik terutama nuansa hati seperti stress/depresi, kelelahan atau faktor metafisik lainnya.

Sebab-sebab penyakit terdiri dari :

  1. Sebab-sebab dari dalam : kelainan-kelainan dari dalam tubuh sendiri yang pada umumnya sulit diketahui penyebab pastinya.
  2. Sebab-sebab dari luar : yaitu yang datang dari luar tubuh antara lain :
    1. Sebab Mekanis,  seperti luka terkena benda tajam atau tumpul,  kena tembak atau terjatuh.
    2. Sebab Fisik, seperti terkena api atau benda panas, terkena aliran listrik, disambar petir
    3. Sebab Kimia,  seperti keracunan.
    4. Sebab Jasad Renik atau Makro, seperti bakteri, virus, serangga atau cacing-cacing.
    5. Sebab kekurangan unsur tertentu dalam konsumsi, seperti vitamin, mineral, yudium.
    6. Sebab kejiwaan; kegagalan, trauma, ketakutan dan sebagainya.    
  3. Pengaruh Sihir, Syetan atau Jin.
    1. Sihir perceraian (pertengkaran rumah tangga)
    2. Sihir guna-guna
    3. Sihir hipnotis
    4. Sihir gila
    5. Sihir lesu
    6. Sihir suara panggilan
    7. Sihir penyakit
    8. Sihir pendarahan / keputihan
    9. Sihir menghalangi sesuatu ( Rejeki, jodoh, tamu, keinginan beribadah, dll. )
    10. Sihir hewan atau tanaman
    11. Sihir mandul atau susah hamil

Secara umum penyebab sakit adalah karena ketidak- seimbangan gaya hidup meliputi ketidak seimbangan :

  1. pola spiritual ; lemah iman, malas beribadah, dan sebagainya.
  2. pola fikir dan emosi ; fikiran terlalu kusut, lelah atau gelisah yang penyebabnya antara lain :
    1. persoalan rumah tangga/keluarga yang kurang harmonis
    2. faktor ekonomi
    3. emosi tidak terkendali
    4. dendam
    5. kecewa berat
    6. prsimis
    7. rasa bersalah yang berlebihan
    8. putus cinta atau cinta terpendam
    9. cemburu, dan sebagainya
  3. pola kerja ; pengangguran, tekanan pekerjaan yang hebat sehingga kelelahan otot atau kurang istirahat.
  4. pola tidur ; kurang tidur, kebanyakan tidur, atau tidur tidak teratur
  5. pola makan ; makan tidak teratur, makanan yang kurang cocok atau gizi tidak seimbang.
  6. pola minum ; kurang minum, minuman yang tidak cocok, minuman keras, narkoba dan sebagainya.
  7. pola hidup ; hidup tidak teratur, kurang gerak, kebersihan lingkungan yang kurang, angin malam, pakaian yang tidak sesuai dan sebagainya.

D. PENYAKIT METAFISIK, BUKAN SAKIT BIASA

Yang dimaksud penyakit metafisik yaitu penyakit non medis yang disebabkan faktor kejiwaan atau gangguan gaib seperti gangguan sihir, syetan atau jin. Gejala medisnya cenderung aneh, pergerakannya sangat cepat atau secara fisik tidak ditemukan kelainan baik berdasarkan ronsen atau uji laboratorium.

CIRI UMUM PENYAKIT METAFISIK

  1. susah tidur, gelisah, mengigau, menangis, tertawa atau teriak waktu tidur, atau sering terbangun tengah malam tanpa ada niat untuk bangun.
  2. hati dan pikiran sering tidak sejalan
  3. mimpi yang sangat melelahkan atau menakutkan seperti ; berada di tempat sunyi, bertemu binatang berbahaya, terhimpit atau dikejar musuh sehingga di saat terbangun tubuh menggigil atau dada terasa sesak.
  4. susah mengendalikan marah, rasa sedih, senyum, tawa atau tangisan tanpa sebab-sebab yang jelas.
  5. sering sedih tanpa tahu sebabnya dan merasa kurang perhatian/kasih sayang walaupun sbenarnya sangat diperhatikan
  6. kaget- kagetan atau sering ketakutan tanpa sebab yang jelas
  7. malas zikir atau beribadah dan sering lupa bilangan rakaat solat
  8. sering bengong, malas, cemas, tidak bergairah, tatapannya kosong bahkan kadang terlintas untuk putus asa atau bunuh diri.
  9. kesurupan
  10. sering halusinasi; melihat/mendengar bisikan panggilan tanpa wujud, merasakan kehadiran makhluk gaib,  merasakan seperti ada yang mengikuti atau seperti ada bisikan yang mengajak/ menyuruh bicara atau tertawa.
  11. tubuh terasa sangat panas atau sangat dingin mendadak, sakit yang berkepanjangan yang secara medis tidak diketahui penyebabnya dan susah untuk disembuhkannya (termasuk tumor, kangker, kista dan lain-lain) terutama pada bagian kepala, mata, leher, dada, pundak, kelamin, payu dara dan perut.
  12. pada anak kecil biasanya ditandai ;
    1. menangis berkepanjangan dan tidak berair mata
    2. tidak betah di dalam rumah (sering menunjuk ke suatu arah atau mengajak keluar rumah)
    3. ekspresi wajahnya seperti takut akan susuatu
    4. marahnya membabi buta (kalap) dan susah dikendalikan
    5. mengigau atau berjalan waktu sedang tidur (ngelindur)
    6. tiak mau menyusu atau hilang nafsu makannya dan lain-lain.

Walaupun demikian ada kalanya gejala di atas bukan karena gangguan meta fisik melainkan gangguan fisik biasa, yaitu disebabkan kurangnya oksigen ke otak, kelainan hormon, rusaknya jaringan syaraf akibat suatu penyakit atau kecelakaan, pengaruh alkohol, narkoba dan sebagainya. Cirinya, ketika diruqyah (dibacakan ayat-ayat khusus untuk kesembuhan) tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Berbeda dengan penyakit metafisik, bila diruqyah akan menimbulkan reaksi khusus seperti berikut ini.

 E.  CIRI KHUSUS PENYAKIT METAFISIK

  1. takut atau benci kepada orang alim atau orang solih, dan terhadap kalimat-kalimat suci seperti; Al Quran, zikir, do’a dan adzan.
  2. bila diruqyah akan menimbulkan reaksi khusus antara lain ;
    1. pusing atau telinga tetasa mendengung
    2. sangat mengantuk atau pandangan mata kunang-kunang
    3. pundak terasa sangat berat
    4. takut melihat orang lain (terutama yang meruqyah)
    5. halusinasi (seperti melihat mahluk aneh menyeramkan)
    6. mual bahkan muntah
    7. menggigil
    8. panas seperti terbakar
    9. sesak napas
    10. histeris bahkan pingsan.
  3. malas dan sangat susah untuk berzikir atau beribadah walaupun ada dorongan kuat untuk itu.
  4. ditemukannya benda-benda aneh dalam tubuh.
  5. dorongan yang sangat hebat untuk berbuat maksiat
  6. tubuh tidak bereaksi dengan wajar atas obat walaupun dengan dosis yang tinggi dan atas benda-benda yang sangat sensitif bagi kulit atau tubuh seperti air mendidih, bara api, benda tajam dan sebagainya.

 

F.  PENYEBAB PENYAKIT METAFISIK

  1. ketidak-seimbangan pola hidup yang berlarut-larut terutama dalam hal spiritual, mental dan emosi (perasaan).
  2. gangguan sihir yang dihembuskan para dukun bayaran atas perintah seseorang.
  3. gangguan syetan atau jin karena kelengahan dan kelalaian manusia.
  4. perilaku sembarangan dalam kehidupan, seperti dalam makan, tidur, duduk, buang air dan sebagainya.
  5. pengaruh jimat, benda pusaka, susuk, pelet, mantera, isim, wifiq, auraq, aurad yang salah, dan sebagainya.
  6. belajar ilmu sihir, hipnotis, tenaga dalam/transfer energi, kekebalan, pesugihan, dan sebagainya.
  7. titisan/transfer dari orang tua atau nenek moyang yang memiliki media sihir atau perdukunan.

G. AKIBAT PENYAKIT METAFISIK

Gangguan metafisik di atas bila dibiarkan berlarut-larut dapat berakibat fatal seperti :

  1. Psikopat, tidak dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat
  2. Paranoid (superior tapi merasa terancam), bahkan cenderung sadis.
  3. Histeris atau Psikofobia (rasa takut berlebihan).
  4. Gila / Psikosis afektif
  5. Kepribadian ganda ; bicara sendiri, tertawa sendiri tanpa sebab atau asik dengan dunianya sendiri.
  6. Koma/hilang kesadaran
  7. Kelumpuhan
  8. Apatis/malas
  9. Daya fikir menurun drastis
  10. Hilang konsentrasi
  11. Hilang semangat beribadah
  12. Konversi atau murtad (Na’udzu billah)
  13. Perut membesar (Busung)
  14. Bunuh diri, dan lain-lain.

H.  PENCEGAHAN PENYAKIT  METAFISIK

  1. Ikhlas dalam melaksanakan dan menerima ketentuan Allah. Tanda orang yang ikhlash antara lain : pandai bersyukur, sabar, ikhtiar dan tawakkal. Manusia sealim apapun masih bisa digoda syetan, yang tidak dapat digoda syetan hanyalah orang-orang yang ikhlas. Allah berfirman :

Artinya : Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis (ikhlas) di antara mereka. (Qs. As Shad : 82-83).

  1. nikmati dan syukuri hidup apa adanya, tidak banyak ; mengeluh, bersedih, melamun atau bengong karena semua itu pintu masuknya syetan ke dalam diri manusia.
  2. husnudzon atau berbaik sangka keapada semua orang bahkan terhadap orang berniat jahat sekalipun.
  3. Jin, syetan, sihir, santet, jangan ditakuti. Semakin ditakuti semakin kuat pengaruhnya tetapi semakin diabaikan semakin lemahlah mereka bahkan lebih lemah dibanding seekor semut.
  4. memelihara wudlu terutama sebelum bepergian dan sebelum tidur.
  5. memelihara shalat fardu dan dzikir atau do’a harian/ma’tsurat misalnya : sebelum atau sesudah; tidur, makan, minum, buang air dan sebagainya.
  6. sapu/usaplah tempat duduk atau tempat tidur sebelum menggunakannya walaupun masih bersih karena dikhawatirkan di tempat tersebut ada mahluk Allah yang lain.
  7. memelihara adab buang air seperti ;
    1. tidak sembarangan misalnya di lobang kecuali lobang WC
    2. tidak membawa benda bertuliskan lafad Allah/ayat Quran
    3. tidak menghadap/membelakangi kiblat dan tidak menghadap /membelakangi mata hari (kecuali di tempat tertutup)
    4. tidak sambil berdiri
    5. tidak di tempat terbuka, bila terpaksa hendaklah menjauh dari pandangan orang lain.
    6. tidak di bawah pohon rindang/tempat istirahat
    7. menutup pintu sekalipun tidak ada orang lain
    8. berdo’a sebelum dan sesudahnya
    9. tidak sambil berbicara atau bersuara
  8. memelihara adab tidur, antara lain ;
    1. berdzikirlah sebelum tidur dengan berdo’a atau membaca Al Quran terutama ayat Kursyi ( Al Baqarah : 255 ) dan akhir surat Al Baqarah ( ayat 284-286 ).
    2. mandi ayat sebelum tidur dengan cara :
      • duduk menghadap kiblat di tempat tidur dan tangan menengadah seperti sedang berdo’a.
      • membaca surat 4 Qul ( Al Kafirun, Al Ikhlash, Al Falaq dan An Nas ) dan setiap selesai membaca satu surat tiupkan ke telapak tangan.
      • Usapkan/gosokkan telapak tangan tersebut ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau dimulai dari wajah dengan tidak mengangkat kedua telapak tangan tersebut dari tubuh ( telapak tangan harus selalu menempel di tubuh).
    3. tidurlah menghadap kiblat, badan sebelah kanan di bagian bawah dengan meletakan pipi di telapak tangan kanan (kepala di sebelah utara) atau terlentang lurus (kepala di sebelah barat), tangan bersedekap seperti dalam shalat dan kaki kanan diletakan di atas kaki kiri.
    4. tidak tidur sembarang waktu terutama ; waktu subuh – duha (lebih kurang jam 05.00 – 10.30) dan ba’da asar – sebelum Isya (lebih kurang jam 16.00 – 19.30)
  9. tawakkal-lah seperti seekor burung, walaupun tidak punya simpanan apapun burung selalu menyambut kehidupan dengan riang-gembira, tidak mengeluh dan tidak putus asa, pagi-pagi terbang dalam keadaan lapar dan sore hari pulang dalam keadaan kenyang. Rasulullah SAW bersabda : Sungguh akan masuk surga, suatu kaum yang memiliki hati teguh laksana seekor burung (HR. Muslim). Allah berfirman :

Artinya : dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Qs. Yusuf : 87).

  1. jauhi perbuatan maksiat
  2. bergaul dengan orang-orang soleh/solehah
  3. yakini bahwa jin kafir, jin munafiq dan syetan adalah mahluk hina. Semakin ditakuti akan semakin kuat pengaruhnya tetapi semakin kita abaikan akan semakin lemahlah mereka bahkan lebih lemah dibandingkan seekor semut.
  4. yakini bahwa ; walaupun seribu orang tukang sihir, tukang santet, dukun dan sebangsanya berkumpul untuk membinasakan kita, semuanya tidak akan pernah terjadi tanpa seizin Allah SWT. Karena itu berlindunglah kepada Allah SWT.

 

I.  PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN  DALAM  ISLAM

  1. keinginan atau niat yang sungguh-sungguh untuk sembuh dengan keyakinan :
  2. setiap penyakit ada obatnya ; Rasulullah SAW bersabda : “Berobatlah kamu, kerana sesungguhnya Allah SWT yang menurunkan penyakit, Dia juga yang menurunkan obatnya.” (H.R. Ahmad)
  3. yang menyembuhkan adalah Allah SWT. Artinya :  dan apabila aku (rasul) sakit, Dialah (Allah)  Yang menyembuhkan  aku. ( Asy Syu’ara : 80 )
  4. apapun yang menimpa manusia, baik atau buruk, semuanya sepengetahuan Allah. Walaupun beribu syetan, jin atau tukang sihir berkumpul untuk mencelakakan manusia, semuanya tidak akan terjadi kecuali atas ketetapan Allah.  Artinya :  Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” ( At Taubah : 51 ).
  5. berobatlah kepada ahlinya dengan sungguh-sungguh karena berobat adalah ibadah. Akan tetapi harus dengan cara yang halal walaupun hanya dengan tanah atau air putih. Tidak hanya dengan meminum obat tapi juga dengan cara lain yang sesuai syari’at Islam misalnya : digurah, dibekam, diruqyah-syar’iah, direfleksi dan sebagainya.
  6. janganlah berobat kepada dukun atau tukang sihir. Di antara orang yang akan masuk surga tanpa dihisab ialah orang yang tidak meminta diruqyah (dijampi kepada dukun atau tukang sihir) walaupun mereka menjanjikan kesembuhannya.
  7. berdo’alah kepada Allah SWT atau mintalah dido’akan karena Allah-lah Tuhan yang Maha Penyembuh.
  8. tawakkalah kepada Allah karena sesungguhnya Allah SWT telah menyediakan kesembuhan yang kekal yaitu kebahagiaan yang abadi di surga.

Disarikan dari Kitab THIIBUNNABAWIY dan WIQAYATUL INSAN MINAL JINNI WASY SYAITHAN

Wallahu a”lam

( Buku II : Pengobatan Penyakit Metafisik…)

 

Dengan Rp. 500.000 / bulan, anda bisa menjadi orang tua asuh bagi Anak Yatim dan Calon Hafidz/Hafidzah cilik yang kurang mampu.

In Sya Allah, semua pahala kebaikan Anak Asuh kita akan selalu mengalir, sampai kepada kita…
Zakat Yu... !

Atau Via :

Bank MANDIRI, No. Rek ; 1660002059475 A/n YAYASAN AL ISHLAH JAKARTA

Ajaklah orang-orang yang kita sayangi untuk berwakaf maka bagi anda pahala yang sama seperti orang yang berwakaf.

Bantulah kami untuk men-share kepada yang lain.

Senyum  dan Do’a Tulus Para Santri dan Anak Yatim akan selalu mengiringi langkah dan usaha Anda. In Sya Allah, pasti berkah.