55 MACAM KEDUDUKAN SHALAT (Bagian 2)

Jl. Raya Penggilingan, RT 13/07, Cakung, Jakarta Timur
Telp. 021-4801454 HP. 081314650100
Email : Info@alishlah.id      Web : www.alishlah.id
Buletin Da’wah Edisi : 15/XI/16

( Bagian 2 )

OLEH : ADNAN HAFIZH ALFARUQI

KEDUDUKAN IBADAH SHALAT (Lanjutan) :

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang senantiasa mendirikan salat, Wahai Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40)

Semoga uraian terdahulu dan yang dijelaskan berikut ini mampu menggetarkan hati setiap muslim yang membacanya untuk kemudian komit untuk selalu memeilhara shalat terutama shalat fardlu yang lima waktu.

Berikut kedudukan ibadah shalat (lanjutan) ;   

31. Orang yang memelihara shalat 5 waktu akan diangkat kesulitan hidupnya. Sahabat r.a. berkata, “Jika keluarga Rasulullah saw. mengalami kesulitan, beliau akan menyuruh mereka untuk mendirikan shalat sambil membaca ayat ayat : “Suruhlah keluargamu (umatmu) untuk shalat dan bersabarlah atasnya, Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu, dan akibat yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa (Q.s. Thaha: 132). (Fadla-ilul a’mal, Muhammad Zakaria : 123).

32. Orang yang memelihara shalat 5 waktu akan masuk surga tanpa dihisab (Kitab Al Irsyad : 12) dan merupakan pewaris surga Firdaus. “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman… dan orang-orang yang memelihara shalatnya mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Mu’minun : 1-11)

33. Bumi bangga menjadi tempat shalat (Fadla-ilul a’mal, Muhammad Zakaria : 108).

34. Ibadah shalat mencegah perbuatan keji dan munkar. (Q.S Al-‘Ankabut : 45). Bila seseorang sangat sulit untuk meninggal-kan kebiasaan buruknya, mulailah dengan mendirikan shalat 5 waktu, maka dengan izin Allah, kebiasaan buruknya itu akan mudah ditinggalkannya untuk selama-lamanya.

35. Shalat adalah penghubung atau media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sedekat-dekatnya. “Sedekat-dekatnya seorang hamba kepada Allah yaitu di saat sedang sujud (dalam shalat). Karena itu perbanyaklah do’a di dalam sujud (terutama sujud terakhir)”. (HR Muslim).     

36. Shalat adalah media untuk memohon pertolongan Allah SWT yang paling istimewa. “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah SWT) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu”. (Qs. Al Baqarah : 45).

37. Shalat adalah tempat berlindung bagi seluruh orang yang tidak memiliki tempat perlindungan. Kapan pun manusia merasa tidak memiliki tempat perlindungan maka hendaknya dia menunaikan shalat.

38. Shalat adalah tanda nyata bahwa seseorang terbebas dari sifat munafik (lihat tafsir Qs. An Nisa : 142).

39. Shalat merupakan ibadah yang menyehatkan. Penyembuh berbagai penyakit, penyegar jiwa dan pembangkit semangat (Ibnu Qayyim dalam Tafsir Ibnu Kastir).

40. Shalat adalah ibadah lambang ketaatan kepada Allah SWT dan rasul-Nya. “Shalatlah engkau sebagaimana aku shalat”. (HR Bukhari-Muslim).

41. Shalat adalah ibadah penyerahan diri secara total kepada Allah SWT (do’a iftitah, lihat Qs. Al An’am : 162). Letakkan ka’bah di antara dua mata, jembatan shirathal mustaqim (yang membentang di atas api neraka) di telapak kaki, surga di sebelah kanan, neraka di sebelah kiri, Rakib-Atid di arah atas,  Ijrail pencabut nyawa di belakang dan anggaplah bahwa shalat ini adalah shalat yang terakhir dilakukan olehmu sebelum mati. (Bihar Al-Anwar, 69 : 408).

42. Shalat adalah ibadah paling teratur (lihat tafsir Qs. An Nisa : 103). “Karena Allah SWT mengetahui bahwa engkau mudah jemu, maka Dia membuat bermacam-macam cara taat untukmu dan karena Allah SWT mengetahui bahwa engkau pun rakus, maka Dia membatasinya pada waktu-waktu tertentu agar perhatianmu tertuju pada kesempurnaan shalat, bukan pada adanya shalat karena tidak semua yang shalat dapat menyempurnakannya.” (Ibnu Athaillah) 

43. Ibadah paling sakral/suci karena harus suci ; badan, tempat dan pakaian, menutup aurat, menghadap kiblat, masuk waktu, tahu ilmunya dan menghindari yang membatalkannya

44. Shalat merupakan pelipur lara. “Kujadikan shalat sebagai penyenang hatiku”. (HR Nasa-i). Shalat menjadi suatu hiburan terindah, kesenangan dan penyejuk jiwa bagi Rasulullah SAW, para sahabat dan orang-orang yang bertaqwa.

45. Shalat merupakan peribadatan atau penyembahan yang paling lengkap karena segala bentuk ibadah dan zikir para malaikat ada dalam shalat. Malaikat ada yang selalu berbaris, bertasbih, bertahmid dan lain-lain (lihat tafsir Qs. Ash Shaafaat : 165-166 dan Al Baqarah : 30).

46. Shalat adalah bentuk do’a paling lengkap. Berbagai permintaan ada di dalam shalat, do’a minta petunjuk dan taufik, do’a minta ampun, do’a minta ditinggikan derajat dan lain-lain.  

47. Shalat adalah asasul Islam (landasan/intisari) ajaran Islam (HR Turmudzi). Di dalamnya ada aqidah, ibadah, thaharah, ada masyarakat, perpaduan, disiplin, pemimpin, yang dipimpin (politik), pendidikan, syari’at, tasawuf, akhlak, kebudayaan, ekonomi, psikologi dan lain-lain. Artinya shalat menggambarkan keseluruhan ajaran Islam secara global.

48. Shalat merupakan Mi’raj orang mukmin (lihat HR Ahmad), karena perintah shalat diterima Rasulullah SAW saat mi’raj menghadap Allah SWT. Orang yang sedang shalat harus seperti sedang mi’raj yaitu merasa sedang berhadapan dan berdialog langsung dengan Allah SWT (tasyahud). Karena itu, suci dari hadats dan najis, sopan menutup aurat, khusyu dan tawadlu (makna Ihsan) (lihat bahasan Hadits tentang Mi’raj : Yusuf Qardhawi).

49. Shalat merupakan simbol berdirinya manusia di padang Mahsyar saat menghadap dan menunggu perintah atau keputusan Allah SWT.

50. Pembaharuan kembali sumpah setia yang telah diikrarkan di alam ruh bahwa  : “Sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Qs. Al An’am : 162).

51. Shalat adalah wujud nyata keimanan. Dalam shalat terkandung rukun iman yang enam ; tiada tuhan selain Allah SWT, meyakinkan shalatnya dicatat malaikat Allah SWT, membaca surat Al-Fatihah yang dikenal dengan ”Ummul Kitab” atau induknya kitab Allah SWT, bershalawat kepada rasul-rasul terutama Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS, memohon perlindungan dari azab kubur dan azab neraka, serta yakin dan percaya bahwa yang menentukan taqdir kita ialah Allah SWT bukan syaitan, jin, gunung, jimat dan lain-lainnya.

52. Shalat merupakan pembersihan jiwa dan dosa. ”Shalat lima waktu, jum’at ke jum’at, Ramadhan ke Ramadhan, menutupi dosa-dosa yang dilakukan di antara (waktu-waktu tersebut) asal menjauhi dosa-dosa besar.” (HR Muslim).

53. Shalat merupakan penjaga darah dan harta seseorang. ”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan laa ilaaha illAllah SWT, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan semua itu, berarti mereka telah memelihara harta dan jiwanya dariku kecuali ada alasan yang hak menurut Islam (bagiku untuk memerangi mereka) dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah SWT” (HR Bukhari – Muslim).

54. Ciri  seorang muslim yang beriman dan bertaqwa. “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Al Baqarah: 2-3).

55. Shalat adalah pengakuan lahir dan batin atas kemuliaan Allah, tanda ke-tawadluan hamba dan penghapus sifat sombong. Secara lahir kita bersujud  tersungkur dengan posisi wajah sejajar dengan bumi tempat berpijak dan pinggul lebih tinggi dari pada kepala, dan secara batin kita mengucap takbir mengakui Allah-lah yang Maha Besar, tahmid mengakui Allah-lah yang Maha Terpuji dan tasbih mengakui Allah-lah yang Maha Suci dan Maha Tinggi.

Wallahu a’lam

PST.TAHFIDZ & RUMAH YATIM AL ISHLAH
Bangunan milik bersama (WAKAF) 3 lantai hasil dari ZIS
yang dikumpulkan sedikit demi sedikit
Mari bergabung untuk menjadi bagian dari sejarah besar berdirinya RUMAH BESAR UMAT ISLAM
PST.TAHFIDZ & RUMAH YATIM 2
milik kita bersama
DENGAN BERWAKAF
(Amal Yang Abadi)
ATAU MENJADI ORANG TUA ASUH/DONATUR
DAN SEKALIGUS SEBAGAI PEMILIK PESANTREN
Melalui :
  1. Infaq berbagi kebahagiaan untuk biaya hidup & Pendidikan 99  YATIM penghafal Quran
  2. Zakat, Infaq dan Shadaqah
  3. Wakaf untuk membebaskan Tanah & Bangunan 300 m² Hanya @ Rp 4 Jt/m².
Rekening  BANK MU’AMALAT a/n PST. TAHFIDZ & RUMAH YATIM AL ISHLAH
No. Rekening 34 8000 5 111

Atau Via :

Bank MANDIRI, No. Rek ; 1660002059475 A/n YAYASAN AL ISHLAH JAKARTA