Edisi 6 : 50 Bahaya Meninggalkan Shalat – Part 2

26. Bencana yang paling dahsyat, musibah yang paling besar, rugi, celaka, dan penyesalannya tak akan berujung. “Barangsiapa terlepas satu shalatnya, seolah-olah ia telah kehilangan seluruh keluarga dan hartanya.”(Ibnu Hibban). Dua rakaat shalat fajar lebih berharga dibandingkan dunia dan seluruh isinya (HR Muslim). Apalagi bila dibandingkan dengan shalat yang lima waktu.

27. Aib yang paling nista, perbuatan yang paling buruk dan hina (Al Qalam : 42-43), lebih hina dibanding meniduri mayat. “Orang yang memelihara shalat 5 waktu akan ditinggikan derajat kemuliaannya dan yang meninggalkannya akan mati dalam keadaan hina”. (Kitab Al Irsyad : 12).

28. Keluar ruhnya (mati) tanpa membawa iman dan islam (Kanzul ‘Amal 7 : 284/Jami’us Shaghir 2 : 121).

29. Meninggalkan satu waktu saja, namanya dutulis dipintu neraka. “Barang siapa meninggalkan sholat fardu dengan sengaja walaupun satu sholat, namanya akan tertulis di pintu neraka yang ia masuki.” (Fadla-ilul a’mal, Muhammad Zakaria : 126).

30. Kepalanya dibenturkan batu neraka sehingga handcur. “Rasulullah SAW, diperlihatkan (dalam peristiwa Isra-Mi’raj) pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu. Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: “Siapakah ini wahai Jibril”? Jibril menjawab: “Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu”. (HR Tabrani). (lihat pula, Fadla-ilul a’mal, Muhammad Zakaria : 121).

31. Jauh dari kebaikan. Diriwayatkan, pada suatu hari Rasulullah SAW berkata, ”Katakanlah, ya Allah, janganlah Engkau jadikan seorang pun di antara kami celaka dan diharamkan dari kebaikan.”“Tahukah kalian siapakah orang yang celaka, dan diharamkan dari kebaikan?”“Siapa, ya, Rasulullah?” “Orang yang meninggalkan sholat,” jawab Rasulullah.

32. Tidak wajib memandikan, mengkafankan dan menshalatkan jenazahnya. “Dan janganlah kamu sekali-kali men-shalat-kan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik”. (Qs. At Taubat : 84).

33. Dosa yang paling besar. Dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras.” (Ibnu Al-Qayyim , kitab Ash-Shalah wa Hukmu Tarikiha : 7), Meninggalkan Shalat Subuh satu waktu saja, akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 10.800.000.000 tahun di dunia, meninggalkan Dhuhur satu waktu saja, dosanya sama seperti membunuh 1000 orang Muslim, meninggalkan Asar satu waktu saja, dosanya seperti menghacurkan Ka’bah, meninggalkan Maghrib satu waktu saja, dosanya seperti berzina dengan ibu atau bapak sendiri, meninggalkan Isya’ satu waktu saja, Allah SWT akan berseru kepada mereka: “Hai orang yang meninggalkan shalat Isya’, bahwa Aku tidak lagi ridha’ engkau tinggal dibumi-Ku dan menggunakan nikmat-nikmat-Ku, segala yang digunakan dan dikerjakan adalah berdosa kepada Allah SWT”.

34. Terlambat satu waktu saja, mendapat azab setara dengan 80 tahun. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa meninggalkan sholat satu waktu saja hingga terlewat waktunya, lalu mengqadanya, ia akan disiksa di neraka selama satu huqub (80 tahun)”.

35. Kuburnya dibakar sepanjang siang dan malam sehingga tubuhnya berkelojotan menahan panas.

36. Tidak memperoleh bagian doa atau memutuskan hubungan, kesaksian dan pembelaan dengan orang-orang saleh.

37. Di hari kiamat, di wajahnya akan tertulis kalimat : “Wahai orang yang mengabaikan hak-hak Allah SWT, wahai orang yang dikhususkan untuk menerima siksa Allah SWT, di dunia kau telah mengabaikan hak-hak Allah SWT, maka hari ini berputus asalah kamu dari rahmat-Nya”.

38. Dibangkitkan dalam keadaan buta. “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?”. Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan”. (Qs. Thaahaa : 124).

39. Dibangkitkan di hari akhirat dengan wajah hitam kelam. “Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah adzab disebabkan kekafiranmu itu”. (lihat Qs. Ali Imran : 106).

40. Dibangkitkan di akhirat dalam kelompok manusia berwajah menyerupai babi atau kera yang hina (lihat tafsir Qs. Al Baqarah : 65 dan An Naba : 18).

41. Dibangkitkan di akhirat dengan punggung disetrika dengan setrikaan dari api neraka

42. Awal/induk kesesatan. “Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam : 59)

43. Digolongkan orang munafiq, nyata kemunafiqannya, sedangkan orang munafiq itu diazab dalam keraknya api neraka. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali”. (Qs. An Nisa : 142). “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”. (Qs. An Nisa : 145).

44. Digolongkan orang yang merobohkan iman dan islamnya (Kanzul ‘Amal 7 : 284/Jami’us Shaghir 2 : 121).

45. Digolongkan kafir, tidak diakui sebagai ummat Nabi Muhammad SAW “. Shalat adalah pemisah atau pembeda antara muslim dan kafir. Barang siapa meninggalkan shalat maka sungguh dia telah kafir. (HR Ahmad, Abu Dawud, dan lain-lain).

46. Tidak berhak dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan di pemakaman muslim. Dari Umar Bin Khattab RA, ia berkata : Tidak berhak mendapat perlakuan dari Islam orang yang tidak shalat (Riwayat Baihaqi dan Imam Malik dalam al Muwaththa’).

47. Halal darahnya untuk dihukum mati : Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan laa ilaaha illAllah SWT, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan semua itu, berarti mereka telah memelihara harta dan jiwanya dariku kecuali ada alasan yang hak menurut Islam (bagiku untuk memerangi mereka) dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah SWT”. (HR Bukhari – Muslim).

48. Menghapus semua amal salehnya. “Barangsiapa, meninggalkan shalat ashar, maka gugurlah seluruh amalannya.” (HR Nasa’i).

49. Digolongkan manusia sombong; seolah-olah tidak mengaku Allah SWT sebagai Tuhannya, memutuskan hubungannya dengan Allah SWT, tidak bersedia membaharui ikrar agar hidup matinya untuk Allah SWT, tidak bercita-cita beriman dan memperbaiki jiwanya, tidak berharap lagi kepada Allah SWT, dan telah menentang perintah Allah SWT.

50. Digolongkan sebagai pendusta dan diakhirat menjadi makhluk paling hina (Al Maa’uun : 1-15, Al Mursalaat : 47-48, Al Qiyamaah : 31-32, dan Al Qalam : 44-45).
ZAKAT BROSUR

Sayangi orang-orang yang kita cintai dengan menggalakan 5 Gerakan Cinta Shalat…..
1. SMS/BBM Shalat.
SMS/BBM-lah orang-orang yang kita cintai bila telah masuk waktu shalat. Tanyakan kepada mereka, sudah shalat belum ?

2. Alarm Shalat,
Bunyikan untuk mengingatkan datangnya waktu shalat

3. Mengajak Shalat.
 Saat kita akan mendirikan shalat ajaklah orang-orang di sekitar kita untuk shalat agar kita termmasuk orang yang shaleh individual dan juga shaleh sosial. Sungguh pahala mengajak orang lain shalat berpahala seperti yang mengerjakannya. Hampir tidak ada orang diajak shalat marah kepada yang mengajak shalat.

4. Sharing dan bertemanlah dengan orang-orang yang rajin shalat, niscaya kita akan bertambah semangat untuk selalu memelihara shalat.

5. Komitmen, shalat sebagai kebutuhan pokok bagi kita dan orang-orang di sekitar kita. Pada saat sudah masuk waktu shalat, ajaklah sahabat bahkan tamu kita untuk segera mengutamakan shalat.

Comments are closed.