Edisi 12 : Memilih Cara Mati… (43 macam pilihan)

(TANDA-TANDA MATI SYAHID DAN HUSNUL KHATIMAH)
H. Yadin Aliya MA.
Pimpinan Pst. Tahfidz & Rumah Yatim AL ISHLAH

A. MUQADDIMAH :
Rasulullah bersabda, “Siapa sajakah orang yang kalian golongkan sebagai orang yang mati syahid ?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, menurut kami orang yang mati syahid adalah siapa saja yang mati terbunuh di jalan Allah.” Beliau bersabda, “Kalau begitu umatku yang mati syahid sangatlah sedikit.” Para sahabat kembali bertanya, “Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid,?” Berikut jawabannya.

B. PENGERTIAN MATI SYAHID & HUSNUL KHATIMAH :
Kata “syahid” jamaknya: Syuhada), artinya ; diskasikan/ dibuktikan. Mati syahid artinya ; Matinya seorang muslim dalam berperang, berjuang membuktikan kebenaran Islam, membela kebenaran, mempertahankan hak dan menerima ketetapan Allah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dalam menegakkan agama Allah semata-mata karena Allah. Adapun pengertian Khusnul khatimah adalah ; suatu kondisi seorang yang saat tutup usianya berada dan berakhir dalam kebaikan.

C. KEDUDUKAN ORANG MATI SYAHID & HUSNUL KHATIMAH :
Rasulullah bersabda, “Bagi orang yang mati syahid ada enam keistimewaan, yaitu diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur (bagi yang syahid di medan tempur), melihat tempatnya di dalam surga, dilindungi dari azab kubur dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memberi syafaat bagi tujuh puluh orang kerabatnya.” (HR . Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

D. TANDA-TANDA MATI SYAHID & HUSNUL KHATIMAH :
1. Mengucapkan kalimat syahadat
Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan ‘Laa ilaaha illallah’, maka ia dimasukkan ke dalam surga.” (HR Hakim)
2. Dahinya berkeringat. Dari Buraidah, dahulu ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat dan terlihat pada jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata, “Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya.’” (HR Ahmad, Nasa’i, Tirmidzi, dll)
3. Mati pada malam atau hari Jumat. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah, “Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari Jumat atau pada malam Jumat kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur.” (HR . Ahmad)
4. Mati di medan perang. Firman Allah SWT. “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. (Qs. Ali Imran: 169)
5. Mati sedang berjuang di jalan Allah
Rasulullah SAW. bersabda, “Siapa saja yang keluar di jalan Allah lalu mati atau terbunuh, maka ia adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati di atas ranjangnya dengan kematian apa pun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga.” (HR Abu Daud, Hakim, dan Baihaqi)
6. Mati dalam berjaga-jaga (meronda/waspada) di jalan Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “Berjaga-jaga (waspada) di jalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan salat pada malam harinya. Apabila ia mati, maka mengalirlah pahala amalannya yang dahulu dilakukannya, diberinya rizki (surga) dan aman dari siksa kubur (fitnah kubur).” (HR Muslim, Nasa’i, dll)
7. Mati karena penyakit kolera/ penyakit menular
8. Mati karena penyakit tuberkulosis (TBC). Ini berdasarkan sabda Rasulullah, “Mati di jalan Allah adalah syahid dan… mati karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut adalah syahid.” (HR . Thabrani)
9. Mati karena penyakit perut / keracunan
10. Mati tenggelam
11. Mati karena terbakar
12. Mati karena dzaat al janbi (semacam tumor)
13. Mati tertimpa reruntuhan (tanah longsor).
14. Mati karena penyakit busung lapar
15. Mati karena sakit berkepanjangan dengan tetap beriman, sabar dan tawakkal
16. Perempuan yang mati pada saat mengandung
“Para syuhada ada tujuh; mati terbunuh di jalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid, mati tengelam adalah syahid, karena penyakit busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid, karena terbakar
adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan (bangunan atau tanah longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung adalah syahid.” (HR Malik, Abu Daud, dll)
17. Perempuan yang mati ketika bersalin adalah syahid (anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke dalam surga).” (HR Ahmad, ad-Darimi, dll)
18. Mati semasa nifas (HR. Thabrani).
19. Mati masih menyusui
20. Mati meninggalkan anak yang masih kecil (belum baligh)
21. Ditinggalkan mati anak yang masih kecil (belum baligh)
22. Mati saat melayani suami
23. Mati terbunuh dalam membela hartanya
24. Mati dalam membela keluarganya
25. Mati dalam membela agama (keyakinannya)
26. Mati mempertahankan darah (nyawa/jiwanya)
Rasulullah SAW. bersabda : Barang siapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan barang siapa yang mati dalam rangka membela agama (keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid.” (HR Abu Daud, Nasa’i, Tirmidzi, dll)
27. Mati dalam mempertahankan kehormatannya (misalnya diperkosa)
28. Mati dalam rangka menuntut haknya. (HR. Nasa’i)
29. Mati sedang belajar/menuntut ilmu
30. Mati sedang mengajar/berda’wah.
Rasulullah SAW. bersabda : Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia berada di jalan Alloh sampai dia kembali (HR. Tirmidzi)
31. Mati di tempat terasing
32. Mati saat mengerjakan amal saleh. Rasulullah SAW bersabda ; “…barang siapa yang bepuasa sehari mengharapkan keridaan Allah kemudian mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka masuk surga. Dan barang siapa bersedekah mencari rida Allah dan menyudahi hidupnya dengannya (sedekah), maka ia akan masuk surga.” (HR Ahmad)
33. Mati saat menghindari maksiat
34. Mati dalam perjalanan (musafir)
35. Mati saat mencari nafkah/di tempat bekerja
36. Mati saat membela negara
37. Mati meniggalkan harta wakaf
38. Mati meniggalkan anak shaleh/shalehah
39. Mati meniggalkan santri/ ilmu yang bermanfaat
40. Mati meniggalkan jejak kebaikan misalnya ; majelis ta’lim, masjid, anak asuh dll. (Qs. Yasin : 12).
41. Mati dalam usia lanjut dalam keadaan Islam
42. Mati disaksikan kebaikannya oleh 40 orang/lebih.
43. Mati sedang merawat orang tua .
Dari Muawiyah bin Jahimah As-Salmi, sesungguhnya Jahimah mendatangi Nabi SAW, beliau berkata, “Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berperang, saya datang ingin meminta pendapatmu. ” Maka beliau bersabda, “Apakah engkau memiliki ibu?” Dia berkata, “Ya.” Maka beliau bersabda, “Rawatlah dia, karena sesungguhnya, surga berada pada kedua kakinya.” (HR. Ahmad dan Nasai).

E. PENUTUP
Mati adalah ketentuan tetapi cara mati adalah pilihan.. Berusaha dan berdo’alah agar kita termasuk orang yang mati syahid atau husnul khatimah. Rasulullah SAW . bersabda : “Barang siapa yang berdo’a meminta mati syahid dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menjadikannya ia mati syahid, walaupun ia meninggal di tempat tidurnya.” (HR. Muslim).

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ
وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Alhamdulillah berkat kepercaayaan masyarakat yg luar biasa,
kami telah memiliki bangunan sendiri 3 lantai
(Kini pengerjaannya sudah mencapai 75 %).

bangunan baru lt. 1

bangunan baru lt. 1

DENGAN MENJADI ORANG TUA ASUH,
MENJADIKAN MEREKA HAFIDZ/HAFIDZAH
DAN SEKALIGUS SEBAGAI PEMILIK PESANTREN

Melalui :
1. Zakat Mal, Infaq dan Shadaqah
2. Infaq berbagi kebahagiaan untuk 80 YATIM
3. Wakaf untuk membebaskan Tanah & Bangunan 300 m2 Hanya @ Rp 3,5 Jt/m2
Salurkan melalui BANK MU’AMALAT a/n PESANTREN TAHFIDZ DAN RUMAH YATIM AL ISHLAH No. Rekening 3480005111 atau ke Rekening Ketua a/n YADIN, BANK BRI : 0927-01-023045-53-6. BANK MANDIRI : 166-00-0085227-7. BANK DKI : 501.23.01124.6

br /Zakat Yu... !

Comments are closed.