BAHAYA ZINA

 

Buletin Da’wah Edisi : 18/XI/16
Email : Info@alishlah.id      Web : www.alishlah.id
Oleh : H. Yadin Aliya MA.

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

  1.  MUQADDIMAH  :

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (Qs. Al Isra : 32).

Zina adalah ; melakukan persetubuhan dengan cara tidak sah menurut ajaran Islam. Termasuk dosa sangat besar, keji dan sangat berbahaya baik dilihat dari sudut pandang sosial maupun keagamaan.

     2.  HUKUMAN BAGI PEZINA  :

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. (QS. An Nur: 2).

Selain itu pezina haram dinikahkan kepada orang mukmin yang betul-betul ingin memelihara kesucian keturunannya.

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin. (Qs. An Nur: 3).

      3.  BAHAYA ZINA

  1. Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa, kemaksiatan dan keburukan
  2. Berkurangnya agama / hilangnya kesempurnaan iman
  3. Dicabutnya Nur / cahaya iman dari hati
  4. Hilangnya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa)
  5. Hilangnya rasa cemburu (dayus).
  6. Hilangnya rasa percaya diri, sehingga sering was-was, karena do’a pezina tidak diterima Allah SWT
  7. Selalu memandang rendah lawan jenis, khususnya pasangan berzinanya
  8. Zina membunuh rasa malu
  9. Sering berlaku tidak sopan
  10. Terkuburnya sifat-sifat mulia dari dirinya
  11. Meningkatnya rasa egois atau keakuannya
  12. Merusak kekhusyuan dalam beribadah karena fikirannya selalu teringat kepada zina
  13. Hilangnya ketauladanan pada dirinya
  14. Melatih dirinya dengan cara – cara hidup seperti binatang, yang tidak mengenal norma-norma susila dan tidak menghormati nilai – nilai kemanusiaan
  15. Wajah pezina senantiasa lusuh, muram dan gelap.
  16. Dosa yang akan merusak 7 keturunan (hereditas).
  17. Akibat zina akan dirasakan di dunia sebelum kematiannya
  18. Azab berzina, akan dihancurkan kemaluannya dengan alat penghancur dari neraka
  19. Di akhirat kelak, akan keluar dari kemaluan pezina sungai darah dan nanah yang membusuk
  20. Di dunia seharusnya mendapat hukuman cambuk sampai mati (menunjukan besarnya dosa pezina)
  21. Menghapus pahala amal kebaikan yang telah dilakukannya (Sab’ul Mubiqaat)
  22. Haram diterima kesaksiannya sampai hari kiamat
  23. Tidak boleh dikasihani
  24. Haram dinikahkan kepada orang betul-betul beriman jika ingin memelihara kehormatannya
  25. Terbiasa dengan hidup yang kotor dan menjijikan, karenanya berusaha menutupinya dengan penampilan yang berlebihan
  26. Tumbuhnya sifat liar di hati pezina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.
  27. Pezina senantiasa berfikir untuk gonta-ganti pasangan, selingkuh dan tidak setia
  28. Pandai berkata lembut, bersahaja dan pandai merayu, walau sebenarnya ia adalah orang yang kasar dan tidak manusiawi
  29. Tertutupnya hati dan mata bathin sehingga sukar menerima nasihat dan kebenaran
  30. Mudah sekali berbuat curang, ingkar, berbohong, melanggar hukum dan membuka lebar – lebar pintu kemunafikan
  31. Membawa hartanya kepada harta yang tidak barokah
  32. Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau setidaknya merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
  33. Malas bersedekah dan menjadi kikir
  34. Selalu merasakan berbeda dan tidak puas atas apa yang didapatnya dengan apa yang diinginkannya
  35. Menghilangkan kehormatan/kemulyaan  pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah maupun sesama manusia.
  36. Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita termasuk anak perempuan dan ibunya.
  37. Jika wanita yang berzina hamil maka masalah-masalah besarpun akan datang menghampirinya dan melahirkan generasi yang tidak jelas nasabnya
  38. Aib pelaku zina akan lebih lama membekas, berkepanjangan dan mendalam. Walaupun akhirnya bertaubat akan tetap masih merasa bahwa dirinya berbeda dengan orang yang tidak pernah berzina
  39. Zina merusak masa depan dan keturunannya.
  40. Di mata masyarakat status sosial dan derajatnya rendah, menjijikan serta dipandang penuh kebencian.
  41. Zina mengeluarkan bau busuk melalui mulut atau badannya. Hanya orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) yang dapat mengetahuinya
  42. Menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim
  43. Perzinaan dapat berakibat durhaka kepada orang tua, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunannya.
  44. Setiap kali remaja (Orang yang masih dalam tanggungan orang tuanya) mendekati zina (pacaran) berarti mendorong orang tuanya ke pintu neraka dan bila sampai berzina berarti menendang orang tuanya masuk neraka. Orang tua akan memikul dosa zina anaknya bila anaknya sudah berani berduaan tetapi tidak segera menikahkannya.
  45. Mendorong dirinya untuk melakukan pekerjaan/mata pencaharian yang haram, berbuat zalim bahkan bisa membawa kepada pertumpahan darah serta dosa-dosa besar yang lain.
  46. Zina biasanya berkaitan erat dengan dosa dan maksiat lainnya baik sebelum ataupun sesudahnya seperti khamar, madat, judi atau narkoba.
  47. Pezina senantiasa merasa tidak pernah puas, sehingga mencari cara-cara lain untuk memuaskannya dengan obat-obatan ataupun dengan cara-cara seks yang menyimpang lainnya
  48. Pezina biasanya memiliki penyakit menular yang berbahaya seperti HIV Aids, Raja Singa, Siphilis, dan Gonorhea atau kencing nanah, gatal-gatal berkepanjangan dan lain lain.
  49. Kehilangan begitu banyak rasa nikmatnya beribadah dan lezatnya iman
  50. Pezina menuju jalan hidup yang tragis dan su’ul khotimah (akhir kehidupan yang seburuk – buruknya).

Naudzubillahi min dzalik.

 

PST.TAHFIDZ & RUMAH YATIM AL ISHLAH
Bangunan milik bersama (WAKAF) 3 lantai hasil dari ZIS yang dikumpulkan sedikit demi sedikit
Mari bergabung untuk menjadi bagian dari sejarah besar berdirinya RUMAH BESAR UMAT ISLAM
PST.TAHFIDZ & RUMAH YATIM 2
milik kita bersama
Sangat Menguntungkan…
DENGAN BERWAKAF
ATAU MENJADI ORANG TUA ASUH/DONATUR
DAN SEKALIGUS SEBAGAI PEMILIK PESANTREN
Melalui :
  1. Infaq berbagi kebahagiaan untuk biaya hidup & Pendidikan 99  YATIM penghafal Quran
  2. Zakat, Infaq dan Shadaqah
  3. Wakaf untuk membebaskan Tanah & Bangunan 300 m² Hanya @ Rp 4 Jt/m².
Rekening  BANK MU’AMALAT Cab. Kalimalang a/n
PST. TAHFIDZ & RUMAH YATIM AL ISHLAH
No. Rek : 34 8000 5 111
Mereka adalah anak-anak Yatim yang menunggu giliran untuk bisa diterima dan ditempatkan di AL ISHLAH  JAKARTA