Semoga …… Cepat Mati (2)

Seorang ibu muda datang kepada Ustadz membawa air mineral dalam botol besar, tujuannya mau minta tolong kepada ustadz, agar Ibu mertuanya cepat mati.

Pak Ustadz menjawab dengan tenang pura-pura tidak kaget untuk menjaga perasaan tamunya,  padahal Pak Ustadz  dalam hatinya mengucap “astaghfirullahal ‘Adziim…” kagetnya luar biasa. Insya Allah bisa, jawab ustadz.

Ibu muda tersebut terlihat kaget dan senang mendengar jawaban Pak Ustadz tersebut, terlihat dari cahaya wajahnya  mulai berseri-seri. Bagaimana caranya Tadz? Tanyanya lagi. Sebelum menjawab Pak Ustadz balik bertanya, emang kenapa Bu ? Abisnya cerewet, selalu ingin tahu urusan kami, terlalu mencampuri urusan kami, selalu ingin mengatur kami, kami gak tahan, kalau kami lawan ibu malah marahin kami, jadi kami sangat gak nyaman, jawabnya. Ooo gitu,  bisa Bu…gumam pak ustadz.

Tanpa diminta, Ibu tadi menyerahkan air yang dibawanya sambil berkata “mohon do’anya ya Ustadz ! Baik, kata Pak Ustadz. Pak Ustadzpun membacakan do’a setelah itu Pak Ustadz meniup air tersebut. Bagaimana cara ngasihnya? tanya sang Ibu. Pak Ustadz menjawab ; Pagi-pagi ibu bangun sebelum Ibu mertua bangun, bikinkan sarapan kesukaannya, sebelum disajikan teteskan air tersebut, sedikit aja, agar ibu mertua gak curiga. Mati Tadz? tanya sang Ibu. Insya Allah, lama-lama mati Bu, jawab Ustadz. Siang hari  bikinkan masakan kesukaannya, sebelum disajikan teteskan air tersebut  sedikit.  Mati Tadz? tanya sang Ibu. Insya Allah, lama-lama mati Bu, jawab Ustadz. Begitu juga malam, sebelum ibu mertua tidur tanya dulu mau makan apa, mau minum apa, bikinkan, sebelum disajikan teteskan air tersebut  sedikit.  Mati Tadz? tanya sang Ibu. Insya Allah, lama-lama mati Bu, jawab Ustadz. (Padahal yang dimaksud ustadz adalah ; bahwa semua makhluk hidup lama-lama pasti mati).

Waktu terus berlalu, melihat sikap menantu yang sangat perhatian luar biasa Ibu mertuanyapun menjadi sayang dan bangga luar biasa. Di setiap pertemuan keluarga atau sedang ngobrol dengan tetangga pasti sang mertua selalu membanggakan menantunya. Bahkan sang mertua sering kali menawarkan perhiasannya kepada menantunya.

Melihat perubahan sikap mertua yang luar biasa, akhirnya menantunyapun berbalik sayang luar biasa. Suatu hari si Ibu muda tadi datang lagi kepada Ustadz sambil menangis tersedu-sedu, seraya berkata ; ustadz, tolong saya bagaimana caranya supaya mertua saya jangan mati, dia sangat baik Ustadz, aku syang banget Ustadz, bagaimana caranya  supaya racunnya netral gak membunuhnya Ustadz, katanya  sambil menangis terisak-isak. Racun apa? tanya sang Ustadz. Itu… air yang kemarin…. kata si Ibu. Sang Ustadz melanjutkan penjelasannya sambil senyum “itu bukan air racun, itu air do’a, saya mendoakannya untuk kebaikannya. Jadi bukah racun? tanya si Ibu setengah kaget.  Bukan Bu, jawab Ustadz dengan kalem. Al  hamdulillah…. mertuaku gak cepet mati,  sahut sang Ibu tadi sambil mengangkat kedua tangannya, terlihat air matanya mengalir deras… Terimakasih ustadz, terimakasih ustadz, terimakasih ustadz …..

Comments are closed.