Aku Sudah Bekerja

Dikisahkan ada seorang remaja yang oleh keluarganya biasa dipanggil ”Mas Yan”, sarjana ekonomi, alumni  AL ISHLAH juga, yang sehari-harinya  hanya tinggal di rumah. Setiap kali orang tuanya menyuruh mencari pekerjaan di luar, anak tersebut selalu menolaknya dengan halus. Begitu juga berkali-kali beberapa orang kenalan ayahnya pejabat tinggi di DEPKEU dan beberapa relasi ayahnya pengusaha besar  di negeri ini mengajaknya bekerja di perusahaannya, anak tersebut  selalu  menolaknya dengan halus.

Akhirnya ayahnya mendatangi ustadz, minta tolong agar anaknya dinasihati atau diruqyah agar mau bekerj di luar rumah.

Ketika ditanya oleh Ustadz, Mas Yan sudah bekerja belum? Dengan mantap Mas Yan menjawab “sudah”. Ustadzb bertanya lagi, kerja apa? Merawat Embah Kakung, katanya. Memang benar,  Mbah Kakung Mas Yan sedang sakit lumpuh stelah tertabrak tukang ojek sepulang shalat subuh di masjid. “Kan ada Ibu sama saudara-saudara Mas Yan yang tiap hari selalu ada di rumah? tanya ustadz. Ibuku kan menantu, sudara-saudaraku perempuan semua, aku gak tega kalau mereka yang harus memandikan, menceboki dan mengganti pakaiannya. Subhanallah… mulianya hati sang cucu.

Beberapa hari kemudian, Mas Yan datang ke rumah ustadz sambil menangis seraya berkata terbata-bata : “Pak ustadz, Embah… Pak ustadz, Embah… ”.  Ada apa Mas Yan? Embah jawabnya, sambil nangis. Kenpa embah?  tanya Ustadz, Mas Yan terdiam hanya menangis. Ya sudah ayo saya ke rumah Mas Yan, kata Pak Ustadz.

Ternyata embahnya baru saja menghembuskan nafasnya yang terakhir, Inna lillahi wa inna ilahinraji’un. Mas Yan menangis tersedu-sedu memanggil-manggil embahnya sambil memeluk erat jenazahnya yang terlihat seperti sedang tertidur, bersih, harum karena baru saja dimandikan dan diganti pakaiannya oleh Mas Yan.

Sepeninggal embahnya barulah Mas Yan sering keluar rumah mencari informasi termasuk menghubungi orang-orang yang  dulu menawarkan atau mengajaknya bekerja. Ternyata semuanya menolak dengan cara halus, maaf Mas, sudah terisi, nanti kalau ada lowongan kami beritahu.

Saat membuka internet, mencari formasi lowongan kerja, ditemukan pengumuman penerimaan pegawai BUMN paling terkenal di negeri ini. Mas Yanpun mencobanya melamar. Ternyata Mas Yan diterima dan ditempatkan di kantor pusat lalu diangkat jadi pegawai tetap dan kirim ke daerah dengan jabatan dan tugas baru padahal Mas Yan belum lama bekerja di BUMN tersebut.  Alhamdulillah, berkat bantuan beliau PESANTREN TAHFIDZ DAN RUMAH YATIM AL ISHLAH menadapat bantuan Rp 90 jt.

Comments are closed.