Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199

Warning: posix_getpwuid() has been disabled for security reasons in /home/alishlah/public_html/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-direct.php on line 199
MENGHAFAL QUR’AN SEPERTI NAIK SEPEDA – PESANTREN TAHFIDZ & RUMAH YATIM AL ISHLAH

Blog

MENGHAFAL QUR’AN SEPERTI NAIK SEPEDA

Jl. Raya Penggilingan, RT 13/07, Cakung, Jakarta Timur

Telp. 021-4801454 HP. 081314650100

Email : Info@alishlah.id      IG : alishlah_jakarta

 

Buletin Dawah Edisi : 21/IV/17

 

(Menjadi Hafidz / Hafidzah Mandiri)

Ust. H. Fatih Hanabila Aliya, Al Hafidz

 

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Qs. Al Hijr : 9)

 

MUQADDIMAH 

Allah SWT Rabb Yang Maha Esa, dalam ayat tersebut menyebut diri-Nya dengan kata KAMI (Kami-lah yang menurunkan Al Quran) bukan  Aku karena saat menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT melibatkan  makhluq-Nya yang  sangat mulia, Malaikat Jibril. Demikian pula saat Allah SWT memeilihara Al Quran, Allah SWT menyebut diri-Nya dengan kata KAMI (Kami benar-benar memeliharanya) bukan  Aku karena  saat  memelihara Al Quran Allah-pun melibatkan  makhluq-Nya yang lain. Siapakah makhluq yang kemulyaannya disejajarkan dengan Malaikat Jibril dan sangat dekat kepada Allah SWT, yang dilibatkan Allah dalam memelihara Al Quran? Mereka itulah Huffadz yaitu para Hafidz/Hafidzah penghafal Al-Quran.

 

MENGHAFAL AL QURAN SEPERTI SEDANG BELAJAR NAIK SEPEDA.

Jarak 30 Km terasa amat sangat jauh untuk ditempuh. Terasa amat sempit jalan raya yang harus dilalui. Terlihat menyeramkan ; pohon, parit dan sungai di kiri dan kanan jalan. Terasa amat sangat panas suhu udara di pegunungan. Jatuh, bangun, jatuh, bangun, kadang harus tergores bahkan terluka karena ingin bisa. Tetapi begitu sudah PANDAI NAIK SEPEDA, derita itu betul-betul terbayar. Rasa haru, senang dan bangga meliputinya. Jarak 30 Km terasa amat sangat dekat. Jalan raya terlihat sangat luas. Pohon, parit dan sungai di kiri dan kanan jalan terlihat indah seperti dalam lukisan. Suhu udara pegunungan begitu sejuk menyegarkan.

Begitulah ujian orang yang ingin menghafal Al Quran. Belum mulai saja sudah diliputi rasa was-was, takut dan khawatir yang berlebihan. Menghafal satu, dua ayat saja terasa sulit, apalagi menghafal satu atau dua juz terasa amat sangat berat dan melelahkan. Tetapi bila sudah bisa dan terbiasa menghafalnya, memasuki juz 11,12 dst., SUBHANALLAH, amat sangat mudah dan menyenangkan. Subhanallah andaikan Al Quran 60 Juz pun pasti akan kami hafalkanBegitulah desahan Ahli Al Quran. (Motivasi Al Hafidz Syekh Arsyad Dahlan,Lc, SH.I, SE., Konsultan Ponpes Al Ishlah, Grand Opening Tahfidz Mandiri, Ahad, 12/03 2017).

Ya Allah Ya Rabbana ! Begitu mulianya mereka yang sedang berusaha menghafal Al Quran. Usaha dan jerih payahnya berpahala seperti jihad fi sabilillah di medan perang ; apalagi mereka yang sudah hafal Al Quran, boleh mengajak serta 70 orang yang dicintainya mengiringinya masuk surga karena Al Quran. Memakaikan jubah kebesaran dan mahkota surga kepada orang tua, guru dan orang-orang yang membantunya menghafalkan Al Quran.

 

KISAH INSPIRATIF; SUDAH LANJUT USIA MUNGKINKAH  BISA HAFAL QURAN ?

Abdullah Musa, Jeddah, hafal Quran setelah usia 70th (Voa Islam)

Ummu Shaleh, baru belajar Quran usia 70th dan jadi Hafidzah (Hafal Quran) usia 82 th (Majalah Ad Dawah)

Dr. Abdullah, Pakistan, Seorang ahli medis dan konglomerat, saat kunjungan ke Al Ishlah, beliau berkata saya sangat bersyukur dan bangga bukan karena sukses jadi sarjana atau konglomerat tapi karena 5 dari 6 anak saya sudah menjadi hafidz Al Quran.

Ummu Mujahid (Makasar), hafal Quran setelah 11 anaknya menjadi Hafidz/Hafidzah.

Kakek dari Medan, ikut program Tahfidz usia 78th sebelum memulai menghafal Quran dia berdoa, Ya Allah, usiaku tinggal sedikit lagi, aku ingin hafal Quran, setelah aku jadi hafidz aku siap Engkau cabut nyawaku kapanpun Engkau mau!. Akhirnya usia 80th beliau hafal, saat sujud syukur setelah dinyatakan LULUS/WISUDA, beliau wafat dalam sujudnya.

Afkar Muzakki, kelas X SMA (tanpa tinggal di Pesantren), selain juara Olimpiade Since, kini sudah hafal 22 Juz.

Dari kehidupan desa yang sangat sederhana, kemudian menjadi hafidz, Ust. A. Dahlan, menjadi milliarder, memiliki rumah sakit besar, supermarket, 15 Ha. lahan peternakan, 15 Ha lahan untuk lembaga pendidikan dan lain-lain.

 

SYARAT MENGHAFAL AL QURAN

Niat semata-mata karena Allah, dan sebagai jawaban atas pertanyaan Allah SWT dalam Qs. Al Qamar :17, 22, 32, dan 40. 

 

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran (dihafal), maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Labbaik Ya Allah, ada. KAMI Ya Allah.

Minta maaf ; ridlo dan restu orang tua/wali/suami, karena belajar Tahfidz termasuk perjuangan besar.

Berusaha membersihkan hati dari dosa ; (karena hatinya ingin di-isi dengan Al Quran. Al Quran merupakan Nurullah (cahaya Allah)  dan cahaya Allah tidak akan melekat pada hati yang penuh dosa).

Cintai Al Quran ; dengan menjadikan bacaan Al Quran sebagai amalan menyenangkan sehari-hari. Indikator cinta Al Quran ;

Quran dulu ; sebelum shalat atau aktifitas lainnya diawali dengan membaca Al Quran.

Quran lagi : selesai shalat atau aktifitas lainnya dilanjutkan dengan membaca Al Quran lagi.

Quran saja ; mengganti kebiasaan saat santai dengan main HP, game, nonton TV, mendengar musik dll. dengan menghafal Al Quran saja, sehingga membaca Al Quran menjadi bagian dari hiburan jiwanya.

Quran selalu ; selalu mengisi waktu luang dan selalu meluangkan waktu untuk menghafal Al Quran.

Ijtihad; (berjuang sungguh-sungguh) fokus dan serius penuh rasa tadhim (hormat).

Tashhih ; (setor hafalan untuk dicatat, diluruskan atau diperbaiki sampai benar) kepada yang lebih mengerti.

Murajaah ; (sering mengulang-ulang untuk menguatkan hafalan) baik sendiri maupun di hadapan orang lain walaupun orang tersebut belum hafidz.

Syukur ; syukuri berapa ayat/surat/halamanpun yang sudah dihafal, tidak melihat berapa ayat/surat/halaman lagi yang harus dihafal.

Menetapkan Target ; misalnya hafal 20 surat untuk bacaan shalat, hafal juz 1 dan 30 dalam sebulan, hafidz dalam 2 tahun dll, setidaknya saat meninggal sudah hafal 30 juz.

 

HAMBATAN-HAMBATAN

Rasa takut karena belum lancar membaca Al Quran, padahal Rasulullah SAW-pun menerima Al Quran dalam keadaan ummiy (tidak pandai tulis baca). Banyak sekali hafidz/hafidzah padahal yang bersangkutan belum bisa membaca Al Quran. Itulah sebagian dari keistimewaan Al Quran. Tahsin (membaca dengan baik) itu perlu tapi tashhih (membaca dengan benar) itu jauh lebih perlu.

Khawatir hidup susah, tertinggal pelajaran, susah dapat pekerjaan dan lain-lain. Rizqi itu milik Allah, dunia ini milik Allah. Langit, bumi dan seluruh isinya adalah milik Allah. Tidak mungkin Allah SWT menelantarkan hamba-hamba yang mencintai Firman-firman-Nya.

MALAS karena terbuai dengan kesibukan, kesenangan materi, selalu merasa lelah dan cape untuk menghafal Al Quran tetapi tetap semangat untuk melakukan hal lain atau mencari hiburan. Penyakit MALAS inilah penyebab pertama dikutuknya syetan.

SOMBONG, karena merasa ibadahnya sudah sempurna dan  menganggap tidak ada gunanya lagi menghafal Al Quran.     Penyakit SOMBONG penyebab kedua dikutuknya syetan seperti dijelaskan dalam QS. Al Baqarah : 34.

 

LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGHAFAL

Bersuci/wudlu, agar jiwa kita bersih sehingga dekat kepada Allah dan saat menghafal dihadiri oleh malaikat Jibril sebagai pembawa Al Quran. (Lihat QS. Al Waqiah : 19). Dalam HR. Thabrani dari Maimunah Bt. Saad, Rasul bersabda, Aku tidak suka bila seseorang tidur sebelum mengambil wudlu. Aku khawatir ia lantas mati sehingga tidak dihadiri oleh malaikat Jibril (karena tidak punya wudlu). Rasulullah SAW mengirim surat kepada pegawainya Amr Bin Hazm berisi pesan : Janganlah menyentuh Al Quran kecuali orang yang dalam kondisi suci (beruwudlu). (Kitab Al Muwaththa, Imam Malik).

Berdoalah memohon dimudahkan dalam menghafal dan dikuatkan hafalannya.  Berikut di antara contoh Doanya :

Ya Allah, jadikan kami ahli Al Quran, jadikan kami penghafal Al Quran, jadikan kami pengemban Al Quran, jadikan kami pengamal Al Quran dan janganlah Engkau jadikan kami orang yang dilaknat Al Quran. Wahai Allah Yang Maha Pengasih dari yang pengasih.

Bacalah sebelum menghafal : Taawwudz, basmalah, Al fatihah dan Al Hijr : 9

Mulailah menghafal Juz 30 dimulai dari surat An Naba, An Naziat, Abasa dan seterusnya sampai An Naas, sebagai bekal bacaan dalam shalat. Selain itu cara tersebut dapat membangun semangat dan optimisme dalam menghafal Al Quran karena kalau yang panjang sudah hafal yang pendek akan lebih mudah untuk dihafal. Kemudian Juz 1 dan 29, berlanjut ke Juz  2 dan 28 baru ke juz 3,4,5 dst.  sampai khatam. Bagi yang belum Tahsin (lancar dan bagus bacaannya), hafalan dilakukan dengan metode Talaqqi (mengikuti bacaan pembimbing) kalimat demi kalimat atau mendengarkan dari rekaman.

Sebaiknya menggunakan Al Quran pojok dan tidak berganti-ganti mushaf karena tata letak, baris, nomor halaman dll. dapat membantu mengingatkan dan menguatkan hafalan.

Mulailah dengan membaca perlahan sampai benar, kemudian membaca dengan tempo sedang barulah menghafalkan kata demi kata, dan kalimat demi kalimat.

Tashhihkan secara teratur hafalannya perhalaman bagi yang sudah Tahsin, minimal per 5 ayat pendek atau per-2 ayat panjang bagi yang belum Tahsin.

Murajaah. Shalat sunnat sebagai media paling efektif untuk murajaah. Selain itu sebelum dan sesudah shalat Shubuh serta sebelum dan sesudah shalat Jumat terutama sesudah Ashar menjelang maghrib di hari Jumat, betul-betul waktu yang sangat diberkahi Allah SWT untuk murajaah. Murajaah perlu dilakukan dalam berbagai keadaan karena ; Hafal di hati belum tentu hafal di lisan, hafal sambil duduk belum tentu hafal sambil berdiri atau berjalan, hafal dengan suara pelan belum tentu hafal dengan suara dinyaringkan, dan hafal saat baca sendiri belum tentu hafal saat menjadi imam.

KEUTAMAAN HAFIDZ QURAN

Meraih ridla Allah SWT

Mendapatkan pertolongan (syafaat) saat dahsyatnya hari Kiamat

Memperoleh kenikmatan di dunia dan akhirat yang tiada bandingannya

Meraih nikmat kenabian hanya saja dia tidak diberi wahyu.

Mendapat Tasyrif Nabawi (penghormatan/diistimewakan Rasul)

Para ahli Quran adalah keluarga Allah yang berjalan di atas bumi (sangat dekat dan dicintai Allah SWT).

Dipakaikan mahkota dari cahaya di hari kiamat yang cahayanya seperti cahaya matahari

Kedua orang tuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak dapat ditukarkan dengan dunia dan seisinya

Dapat jaminan surga (Ahlullah).

Mendapat derajat dan kedudukan yang sangat tinggi di surga. Tinggi rendahnya derajat dan kedudukannya di surga tergantung dengan derajat hafalannya.

Namanya akan diperkenalkan kepada para malaikat Muqarrabin dan para penghuni surga yang sangat dicintai Allah.

Kemuliaannya disejajarkan dengan Malaikat Jibril

Ahli dzikir paling agung

Bukti kemujizatan Al Quran

Duta ukhuwah dunia. Saat para hafidz dari berbagai negara bertemu secara otomatis merasakan persaudaraan yang luar biasa seakan sudah saling mengenal bertahun-tahun lamanya.

Dimuliakan Allah SWT. Menghormati penghafal Quran berarti mengagungkan Allah

Hati penghafal Quran tidak akan tersentuh api neraka

Dapat memberikan syafaat kepada 70 orang yang dicintainya.

Dibukakan pintu-pintu rahmat

Makin bertambah keimanannya

Kuburannya terang benderang

Haram jasadnya dimakan binatang-binatang tanah

Tiap satu huruf yang diucapkannya berpahala seperti berbuat 10 hasanah (kebaikan)

Setiap bacaannya bernilai dzikir dan shadaqah

Rumahnya paling indah di sisi Allah 

Pemilik benteng dan perisai hidup paling kuat

Memperoleh kedudukan yang tinggi di hati orang-orang soleh.

Lebih berhak menjadi imam shalat

Allah membolehkan rasa iri terhadapnya

Hidupnya penuh kebaikan dan keberkahan

Pemilik bekal hidup yang paling baik

Khazanah (sumber) rujukan hukum Islam yang utama

Difasihkan Allah dalam berbicara

Ciri orang yang diberi ilmu

Makin kuat daya ingatnya

Terhindar dari penyakit pikun dini

Kecerdasan dan IQ-nya meningkat

Menjadi hujjah dalam ghazwul fikri (perang pemikiran / opini)

Sumber inspirasi (menjadi motivator tersendiri) sepanjang masa

Fikiran dan jiwanya menjadi jernih dan tentram

Memperoleh ketenangan dan stabilitas psikologis

Mudah diterima ucapannya di depan publik

Lebih amanah menerima kepercayaan orang lain

Penerima amanah agung yang tidak sanggup dipikul oleh gunung sekalipun

Sehat jasmani dan rohaninya.

Termasuk golongan manusia terbaik di sisi Allah

Doanya mustajab (dikabulkan Allah SWT).

Dimudahkan dalam mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya

Dimudahkan dalam urusan hidup dunia akhiratnya

Menyembuhkan berbagai penyakit

Bukti orang yang mensyukuri nikmat lisan, pendengaran, penglihatan indra lainnya.

Setiap hafalan yang dibacakannya merontokan dosa-dosanya

Membinasakan kekuatan syetan

Murajaah dan muddakarah (proses belajarnya) sesaat lebih utama daripada shalat sunnat 1000 rakaat

Mati saat berusaha menghafalnya termasuk mati syahid yang mendapat jaminan surga.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan